skip to main | skip to sidebar

Remaja ( Religius,Mandiri Dan Bersahaja )

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

Senin, 03 Oktober 2011

Toleransi umat beragama

Diposting oleh Doyi Odoy Asy syabaabu di Senin, Oktober 03, 2011

Agama Islam bukanlah agama yang disebarkan dengan kekerasan, karena Allah ta’ala melarang kaum muslimin dari memaksa orang untuk masuk agama Islam, sebagaimana firman Allah ta’ala :

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan dalam masuk ke dalam agama Islam, karena telah jelas antara petunjuk dari kesesatan. Maka barangsiapa yang ingkar kepada thoghut dan beriman kepada Alloh sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang kuat yang tidak akan pernah putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ( Qs. Al-Baqoroh : 256 )

Dalam ayat yang lain Allah ta’ala berfirman kepada Rasulullah saw :

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُسَيْطِرٍ

“Berilah peringatan, karena engkau ( Muhammad ) hanyalah seorang pemberi peringatan, engkau bukan orang yang memaksa mereka.” ( Qs. Al-Ghosyiyah : 21 -22 )

Rasulullah SAW saja tidak boleh memaksa orang lain untuk memeluk agama Islam, apalagi selain beliau. Ini merupakan bantahan yang kuat bagi kaum orientalis yang menuduh Islam disebarkan dengan kekerasan atau Islam menyukai kekerasan. Andai pun terjadi kekerasan yang dilakukan oleh sebagian kecil umat Islam, maka tindakan mereka tidak mewakili seluruh umat Islam, sekalipun mereka dalam aksinya membawa nama Islam. Hal ini ditegaskan oleh Nabi saw dalam sabdanya mengomentari golongan radikalis ekstrim yang bakal muncul di umat ini :

يَخْرُجُ فِى هَذِهِ الأُمَّةِ قَوْمٌ تَحْقِرُونَ صَلاَتَكُمْ مَعَ صَلاَتِهِمْ ، يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حُلُوقَهُمْ - أَوْ حَنَاجِرَهُمْ - يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ

“Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang sholat kalian tidak ada apa-apanya dibanding sholat mereka, mereka membaca Al-Qur’an namun bacaannya tidak melampaui kerongkongannya, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana keluarnya anak panah setelah menembus hewan buruannya.” ( HR. Al-Bukhori dan Muslim )

Sehingga meskipun sholat dan ibadah mereka begitu tekun mengalahkan umumnya kaum muslimin, tetapi tindakan mereka yang radikal dan ekstrim menjadikan mereka divonis sebagai keluar dari Islam, yakni perbua-tan mereka sama sekali tindak mencerminkan seorang muslim yang benar keislamannya.

Banyak kaum orientalis yang menuduh Islam mengajarkan kekerasan, bahkan ada di antara mereka yang mencoba mempengaruhi opini dunia dengan membuat film FITNAH yang memang berisi fitnah besar ter-hadap kaum muslimin. Di dalamnya mereka menukil ayat-ayat perang disertai tayangan terorisme yang dilakukan kaum ekstrim radikal yang agama Islam sendiri tidak mengakui tindakan tersebut. Di antara ayat yang sering dijadikan bukti oleh kaum orientalis untuk menuduh Islam sebagai agama kekerasan adalah firman Allah ta’ala :

فَإِذَا انْسَلَخَ الأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan bila telah di luar bulan-bulan haram, perangilah kaum musyrikin di mana pun kalian jumpai, tangkap mereka, kepung mereka, dan duduki tempat-tempat pengintaian untuk mengintai mereka ! Bila mereka bertaubat, menegakkan sholat dan menunaikan zakat maka lepaskan mereka, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( Qs. At-Taubah : 5 )

Ayat di atas adalah ayat perang yaitu diizinkan berperang sebagaimana tersebut dalam ayat di atas selama tidak dalam bulan-bulan haram. Ayat di atas berhubungan erat dengan dalil-dalil yang melarang berperang dan melakukan aktivitas apa pun yang terkait dengan perang, seperti mengepung, mengintai dan menangkap musuh di bulan-bulan haram yakni bulan-bulan di mana bangsa arab menunaikan ibadah haji. Sehingga ayat ini berisi perintah setelah adanya larangan, yang di dalam kaidah disebutkan bahwa : Perintah yang datang setelah larangan menunjukkan kembalinya ia ke hukum asalnya. Dan hukum asal berperang disebutkan dalam firman Allah ta’ala :

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

“Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama menjadi milik Allah. Bila mereka berhenti, maka tidak ada permusuhan kecuali terhadap orang-orang yang zhalim.” ( Qs. Al-Baqoroh : 193 )

Ayat di atas menunjukkan bahwa asal dari disyari’atkannya perang dalam Islam adalah untuk menghilangkan fitnah. Al-Imam As-Suyuthi rohima-hulloh menafsirkan : “hingga tidak mungkin akan terjadi lagi penyiksaan terhadap orang-orang yang beriman untuk kedua kalinya.” [1]

Disebutkan dalam ayat yang lainnya :

وَقَاتِلُواْ المشركين كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَآفَّةً

“Perangilah orang-orang musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kalian semuanya.” ( Qs. At-Taubah : 36 )

Yang demikian karena banyaknya musuh-musuh Islam dan orang-orang yang dengki dengan kaum muslimin yang selalu merongrong kaum muslimin dan merintangi da’wah secara damai. Seandainya suatu kaum yang kafir tidak memusuhi Islam, bahkan menjalin hubungan baik dengan kaum muslimin, maka tidaklah mereka diperangi oleh kaum muslimin. Rosululloh saw memiliki beberapa sekutu dari kalangan kabilah-kabilah yang belum muslim atau masih tetap dalam kekafirannya. Tetapi kabilah dan suku tersebut tidak memusuhi Islam, menjalin kerja sama yang baik dengan kaum muslimin serta tidak menghalangi penyebaran da’wah Islam di mana pun para da’i berda’wah.

Toleransi atau tasamuh yaitu berlapang dada melihat orang lain memiliki keyakinan yang berbeda tanpa memusuhi mereka. Sebagaimana firman Allah ta’ala :

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Hanya bagi kalian agama kalian dan hanya bagiku agamaku.” ( Qs. Al-Kafirun : 6 )

Dalam ayat yang lain disebutkan :

لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ

“Hanya bagi kami amal-amal kami dan hanya bagi kalian amal-amal kalian.” ( Qs. Al-Qoshosh : 55 dan Asy-Syuro : 15 )

Inilah makna toleransi yang benar.

Ada sebagian kalangan yang salah dalam memahami makna toleransi, yakni dengan ikut-ikutan mengucapkan selamat hari raya kepada agama lain, bahkan ada yang sampai menghadiri perayaan hari agama mereka. Perbuatan ini menyelisihi konsep toleransi yang sebenarnya. Bahkan telah mengarah kepada faham pluralisme, yaitu menganggap sama semua agama. Faham ini berdampak kepada lemahnya aqidah kaum muslimin dan membuka peluang para missionaris dalam menebarkan racun ber bisa mereka untuk memurtadkan kaum muslimin. Karena bila semua agama sama, lalu apa bedanya Islam dengan Kristen, Hindu atau Budha ? Lalu dengan iming-iming materi duniawi mereka mengupayakan agar kaum muslimin yang telah dilemahkan aqidahnya ini menjadi menganggap baik tindakan pindah agama. Akhirnya dengan mudah mereka dimurtadkan secara pelan-pelan.>_ :) .
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Categori Blog

Hadist Akhlak Dan Adab Etika Pergaulan remaja dalam Islam Masalah Remaja Kisah Cinta

Blog Archive

  • ►  2012 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2011 (47)
    • ►  Desember (1)
    • ▼  Oktober (44)
      • Remaja ( Religius,Mandiri Dan Bersahaja ): Cara Me...
      • Cara Mendownload Di 4shared.com Tanpa Menunggu
      • Anjuran Menyambung tali Silahturahim
      • Keutamaan Sifat Tawadhu'
      • Menolong Kaum Yang Lemah dan Terdzalimi
      • Adab Sakratul Maut
      • Adab-Adab Kepada Jenazah
      • Haramnya Hasad Dan Dengki
      • Perintah Menjaga Dan Menyalurkan Amanah
      • Tujuh Golongan Yang Allah Naungi
      • Hak Muslim atas Muslim Lainnya
      • Larrangan Memuji Berlebihan
      • Hukum Mengurung Binatang
      • Hak Orang Tua Dari Anaknya
      • Toleransi umat beragama
      • Keadaan Bumi dan Alam kubur
      • Sebab sebagian dari siksa kubur
      • Sabar Terhadap Musibah
      • Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji
      • Takkan Pernah Mampu Membalas Jasa Orang Tua
      • Etika Pergaulan Remaja dalam Pandangan Islam
      • 10. Penyakit Bahaya Sex Bebas
      • Penyebab rusaknya akhlak generasi muda
      • Akibat/Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Penyalah...
      • DENGAN JALAN SALAFUS SHALIH, AKU INGIN MENUJU JANNAH
      • Adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah.Wanita ...
      • MENGUSAP SEPATU (KHUF)
      • HUKUM JILATAN ANJING
      • HUKUM KENCING BAYI LAKI DAN CARA MENYUCIKANNYA
      • BUKTI NAJISNYA KENCING DAN HARUS MENYELESAIKANNYA ...
      • IMAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH IKHLAS
      • FADHILAH PUASA
      • PUASA NABI SAW. SELAIN RAMADHAN
      • LARANGAN PUASA BAGI ORANG YANG MADHARAT ATAU DITER...
      • ISRA DAN MI’RAJ KE LANGIT DAN SHALAT FARDLU LIMA W...
      • PERANG AL-AHZAB ATAU KHANDAQ
      • WAKTUNYA TIDAK LAGI DITERIMA IMAN YANG BARU
      • AHLI NERAKA YANG PALING RINGAN SIKSANYA
      • Tiga macam Orang yang tidak akan dilihat oleh Alla...
      • ADANYA SEBAGIAN ORANG MUSLIM YANG MASUK SURGA TANP...
      • TERANGKATNYA/TERCABUTNYA AMANAH DAN IMAN DARI BEBE...
      • ORANG MUKMIN DI AKHIRAT PASTI DAPAT MELIHAT ALLAH ...
      • ANCAMAN TERHADAP ORANG YANG MENGAMBIL HAK ORANG MU...
      • Orang Yang Terakhir Keluar Neraka
    • ►  September (2)

Followers

Pages

  • Beranda
  • Profil
  • My Photo
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya”.
QS. Fushshilat (41) : 7
Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka … neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Blogger news

baca manga komik bahasa indonesia


baca manga komik bahasa indonesia
Diberdayakan oleh Blogger.
adiWidget

Popular Posts

  • Inilah Seruh seruhan anak-anak IRMUS Nurul Huda
    hihi..!! seruh juga waktu itu kita kita habis selesai iku Haul Habib Muahammad bin Al-aydrus.. :) .. ada cerita lucu Sedikit hemm.. Ana yang...
  • Cara Mendownload Di 4shared.com Tanpa Menunggu
    Siapa yang belum mengenal situs yang satu ini. Situs ini merupakan situs penyedia file sharing gratis yang sudah dikenal banyak orang di ...
  • Anjuran Menyambung tali Silahturahim
    Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَ...
  • Remaja ( Religius,Mandiri Dan Bersahaja ): Cara Mendownload Di 4shared.com Tanpa Menunggu
    Remaja ( Religius,Mandiri Dan Bersahaja ): Cara Mendownload Di 4shared.com Tanpa Menunggu
  • Haramnya Hasad Dan Dengki
    Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: لا تَباغَضُوا وَلا تَحاسَدُوا ولا تَدابَرُوا ولا تَقا...
  • Hak Orang Tua Dari Anaknya
    Allah Azza wa Jalla berfirman: واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئاً وبالوالدين إحسانا “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya de...
  • Keutamaan Sifat Tawadhu'
    Allah Ta’ala berfirman: تِلْكَ الدَّارُ الآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الأَرْضِ وَلا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ ل...
  • Menolong Kaum Yang Lemah dan Terdzalimi
    Dari bin Malik Anas radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُوم...
  • Perintah Menjaga Dan Menyalurkan Amanah
    Allah Ta’ala berfirman: إِنَّا عَرَضْنَا الأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ ...
  • Adab Sakratul Maut
    Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّ...
adiWidget
  • My Photo
 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com