skip to main | skip to sidebar

Remaja ( Religius,Mandiri Dan Bersahaja )

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

Senin, 17 Oktober 2011

Hak Orang Tua Dari Anaknya

Diposting oleh Doyi Odoy Asy syabaabu di Senin, Oktober 17, 2011
Allah Azza wa Jalla berfirman:
واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئاً وبالوالدين إحسانا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa.” (QS. An-Nisa`: 36)
Allah Ta’ala berfirman:
وقضى ربك ألا تعبدوا إلا إياه وبالوالدين احساناإما يبلغن عندك الكبرأحدهما أوكلاهما فلا تقل لهما أُف ٍولاتنهرهما وقل لهما قولاً كريما , واخفض لهما جناح الذل من الرحمة وقل رب ارحمهما كما ربياني صغيرا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra`: 23-24)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
ووصينا الإنسان بوالديه حُسنا
“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya.” (QS. Al-Ankabut : 8 )
Semua ayat di atas dan ayat lain yang semakna dengannya menunjukkan besarnya hak kedua orang tua, yaitu ayah dan ibu. Berbakti kepada kedua orang tua termasuk dari amalan yang paling utama, bahkan dia adalah hak kedua yang wajib ditunaikan setelah hak Allah dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata:
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
“Saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Amalah apakah yang paling dicintai Allah? ‘ Beliau menjawab: “Shalat pada waktunya.” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Beliau menjawab: “Berbakti kepada kedua orang tua.” Saya bertanya, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab: “Jihad di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 496 dan Muslim no. 122)
Maka lihatlah, bagaimana Nabi shallallahu alaihi wasallam menjadikan hak kedua orang tua lebih dahulu dan lebih utama daripada berjihad di jalan Allah. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiallahu anhuma dia berkata:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَأْذِنُهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ
“Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam minta izin hendak ikut jihad (berperang). Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Jawab orang itu; “Masih!” Sabda beliau: “Berbakti kepada keduanya adalah jihad.” (HR. Al-Bukhari no. 2782 dan Muslim no. 4623)
Demikian pula beliau shallallahu alaihi wasallam menjadikan hak keduanya lebih diutamakan dari pada berhijrah. Dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu anhuma dia berkata:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ جِئْتُ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ فَقَالَ ارْجِعْ عَلَيْهِمَا فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا
“Ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; aku datang membai’at engkau untuk berhijrah, dan aku telah meninggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis. Kemudian beliau berkata: “Kembalilah kepada mereka berdua dan buatlah mereka tertawa sebagaimana engkau membuat mereka menangis!” (HR. Abu Daud no. 2166, An-Nasai no. 4093, dan Ibnu Majah no. 2772)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلْ الْجَنَّةَ
“Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!” lalu beliau ditanya; “Siapakah yang celaka, ya Rasulullah?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barang Siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya, tetapi dia tidak berusaha masuk surga (dengan berusaha berbakti kepadanya dengan sebaik-baiknya).” (HR. Muslim no. 4628)
Maka diwajibkan berbakti kepada kedua orang tua, apalagi ibu. Sungguh Nabi shallallahu alaihi wasallam telah menjadikan hak ibu itu jauh lebih besar daripada hak ayah. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ
“Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “kemudian siapa lagi?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” dia menjawab: “Kemudian ayahmu.” (HR. Al-Bukhari no. 5514 dan Muslim no. 4621)
Berbakti kepada kedua orang tua itu bisa dengan cara apa saja, bisa melalui ucapan, amalan, maupun harta semampunya. Di antara bentuknya adalah melayani keduanya dengan maksimal, beradab ketika bermuamalah dengan keduanya, tidak meninggikan suara ketika berbicara kepadanya atau ketika keduanya hadir, bersabar dalam menghadapi sikap kedua orang tuanya yang mungkin saja membuatnya jengkel.
Lawan dari berbakti kepada kedua orang tua adalah durhaka kepada keduanya, dan amalan ini merupakan dosa yang sangat besar. Dari Abi Bakrah radhiallahu ‘anhu dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَقَالَ أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ
“Apakah kalian mau aku beritahu dosa besar yang paling besar?” Beliau menyatakannya tiga kali. Mereka menjawab: “Mau, wahai Rasulullah”. Maka Beliau bersabda: “Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orangtua”. Lalu Beliau duduk dari sebelumnya berbaring kemudian melanjutkan sabdanya: “Ketahuilah, juga ucapan dusta”. (HR. Al-Bukhari no. 2460 dan Muslim no. 126)
Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam juga bersabda dalam hadits Ali bin Abu Thalib:
لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ لَعَنَ وَالِدَيْهِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ غَيَّرَ الْمَنَارَ
“Allah mengutuk orang yang menyembelih untuk selain Allah, dan mengutuk orang yang melindungi tindak kejahatan, mengutuk orang yang mencaci kedua orang tuanya, dan mengutuk orang yang memindahkan tanda batas tanah.” (HR. Muslim no. 3658)
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Categori Blog

Hadist Akhlak Dan Adab Etika Pergaulan remaja dalam Islam Masalah Remaja Kisah Cinta

Blog Archive

  • ►  2012 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2011 (47)
    • ►  Desember (1)
    • ▼  Oktober (44)
      • Remaja ( Religius,Mandiri Dan Bersahaja ): Cara Me...
      • Cara Mendownload Di 4shared.com Tanpa Menunggu
      • Anjuran Menyambung tali Silahturahim
      • Keutamaan Sifat Tawadhu'
      • Menolong Kaum Yang Lemah dan Terdzalimi
      • Adab Sakratul Maut
      • Adab-Adab Kepada Jenazah
      • Haramnya Hasad Dan Dengki
      • Perintah Menjaga Dan Menyalurkan Amanah
      • Tujuh Golongan Yang Allah Naungi
      • Hak Muslim atas Muslim Lainnya
      • Larrangan Memuji Berlebihan
      • Hukum Mengurung Binatang
      • Hak Orang Tua Dari Anaknya
      • Toleransi umat beragama
      • Keadaan Bumi dan Alam kubur
      • Sebab sebagian dari siksa kubur
      • Sabar Terhadap Musibah
      • Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji
      • Takkan Pernah Mampu Membalas Jasa Orang Tua
      • Etika Pergaulan Remaja dalam Pandangan Islam
      • 10. Penyakit Bahaya Sex Bebas
      • Penyebab rusaknya akhlak generasi muda
      • Akibat/Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Penyalah...
      • DENGAN JALAN SALAFUS SHALIH, AKU INGIN MENUJU JANNAH
      • Adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah.Wanita ...
      • MENGUSAP SEPATU (KHUF)
      • HUKUM JILATAN ANJING
      • HUKUM KENCING BAYI LAKI DAN CARA MENYUCIKANNYA
      • BUKTI NAJISNYA KENCING DAN HARUS MENYELESAIKANNYA ...
      • IMAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH IKHLAS
      • FADHILAH PUASA
      • PUASA NABI SAW. SELAIN RAMADHAN
      • LARANGAN PUASA BAGI ORANG YANG MADHARAT ATAU DITER...
      • ISRA DAN MI’RAJ KE LANGIT DAN SHALAT FARDLU LIMA W...
      • PERANG AL-AHZAB ATAU KHANDAQ
      • WAKTUNYA TIDAK LAGI DITERIMA IMAN YANG BARU
      • AHLI NERAKA YANG PALING RINGAN SIKSANYA
      • Tiga macam Orang yang tidak akan dilihat oleh Alla...
      • ADANYA SEBAGIAN ORANG MUSLIM YANG MASUK SURGA TANP...
      • TERANGKATNYA/TERCABUTNYA AMANAH DAN IMAN DARI BEBE...
      • ORANG MUKMIN DI AKHIRAT PASTI DAPAT MELIHAT ALLAH ...
      • ANCAMAN TERHADAP ORANG YANG MENGAMBIL HAK ORANG MU...
      • Orang Yang Terakhir Keluar Neraka
    • ►  September (2)

Followers

Pages

  • Beranda
  • Profil
  • My Photo
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya”.
QS. Fushshilat (41) : 7
Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka … neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Blogger news

baca manga komik bahasa indonesia


baca manga komik bahasa indonesia
Diberdayakan oleh Blogger.
adiWidget

Popular Posts

  • Inilah Seruh seruhan anak-anak IRMUS Nurul Huda
    hihi..!! seruh juga waktu itu kita kita habis selesai iku Haul Habib Muahammad bin Al-aydrus.. :) .. ada cerita lucu Sedikit hemm.. Ana yang...
  • Cara Mendownload Di 4shared.com Tanpa Menunggu
    Siapa yang belum mengenal situs yang satu ini. Situs ini merupakan situs penyedia file sharing gratis yang sudah dikenal banyak orang di ...
  • Anjuran Menyambung tali Silahturahim
    Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَ...
  • Remaja ( Religius,Mandiri Dan Bersahaja ): Cara Mendownload Di 4shared.com Tanpa Menunggu
    Remaja ( Religius,Mandiri Dan Bersahaja ): Cara Mendownload Di 4shared.com Tanpa Menunggu
  • Haramnya Hasad Dan Dengki
    Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: لا تَباغَضُوا وَلا تَحاسَدُوا ولا تَدابَرُوا ولا تَقا...
  • Hak Orang Tua Dari Anaknya
    Allah Azza wa Jalla berfirman: واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئاً وبالوالدين إحسانا “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya de...
  • Keutamaan Sifat Tawadhu'
    Allah Ta’ala berfirman: تِلْكَ الدَّارُ الآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الأَرْضِ وَلا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ ل...
  • Menolong Kaum Yang Lemah dan Terdzalimi
    Dari bin Malik Anas radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُوم...
  • Perintah Menjaga Dan Menyalurkan Amanah
    Allah Ta’ala berfirman: إِنَّا عَرَضْنَا الأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ ...
  • Adab Sakratul Maut
    Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّ...
adiWidget
  • My Photo
 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com